Letak geografisnya

Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama yakni:

Pada zaman es terakhir, sebelum tahun 10.000 SM (Sebelum Masehi), pada bagian barat Indonesia terdapat daratan Sunda yang terhubung ke benua Asia dan memungkinkan fauna dan flora Asia berpindah ke bagian barat Indonesia. Di bagian timur Indonesia, terdapat daratan Sahul yang terhubung ke benua Australia dan memungkinkan fauna dan flora Australia berpindah ke bagian timur Indonesia. Pada bagian tengah terdapat pulau-pulau yang terpisah dari kedua benua tersebut.

Karena hal tersebut maka ahli biogeografi membagi Indonesia atas kehidupan flora dan fauna yakni:

  • Daratan Indonesia Bagian Barat dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Asia.
  • Daratan Indonesia Bagian Tengah (Wallacea) dengan flora dan fauna endemik/hanya terdapat pada daerah tersebut.
  • Daratan Indonesia Bagian Timur dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Australia.

Ketiga bagian daratan tersebut dipisahkan oleh garis maya/imajiner yang dikenal sebagai Garis Wallace-Weber, yaitu garis maya yang memisahkan Daratan Indonesia Barat dengan daerah Wallacea (Indonesia Tengah), dan Garis Lyedekker, yaitu garis maya yang memisahkan daerah Wallacea (Indonesia Tengah) dengan daerah IndonesiaTimur.

Berdasarkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993, maka wilayah Indonesia dibagi menjadi 2 kawasan pembangunan:

  • Kawasan Barat Indonesia. Terdiri dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali.
  • Kawasan Timur Indonesia. Terdiri dari Sulawesi, Maluku, Irian/Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pulau Sumatra

Pulau Sumatra, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam di dunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatra belahan bumi utara dan Sumatra belahan bumi selatan. Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudra Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka dan Laut China Selatan.

Di bagian utara pulau Sumatra berbatasan dengan Laut Andaman dan di bagian selatan dengan Selat Sunda. Pulau Sumatra ditutupi oleh hutan tropik primer dan hutan tropik sekunder yang lebat dengan tanah yang subur. Gungng berapi yang tertinggi di Sumatra adalah Gunung Kerinci di Jambi, dan dengan gunung berapi lainnya yang cukup terkenal yaitu Gunung Leuser di Nanggroe Aceh Darussalam dan Gunung Dempo di perbatasan Sumatra Selatan dengan Bengkulu. Pulau Sumatra merupakan kawasan episentrum gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi disepanjang Bukit Barisan, yang disebut Patahan Sumatra; dan patahan kerak bumi di dasar Samudra Hindia disepanjang lepas pantai sisi barat Sumatra. Danau terbesar di Indonesia, Danau Toba terdapat di pulau Sumatra.

Kepadatan penduduk pulau Sumatra urutan kedua setelah pulau Jawa.

Saat ini pulau Sumatra secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu:

Data-data geografis

Lokasi: Sebelah tenggara Asia, di Kepulauan Melayu antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Koordinat geografis:LU – 11°08′LS dan dari 95°’BT – 141°45′BT

Referensi peta: Asia Tenggara

Wilayah:
total darat: 1.922.570 km²
daratan non-air: 1.829.570 km²
daratan berair: 93.000 km²
lautan: 3.257.483 km²

Garis batas negara:
total: 2.830 km: Malaysia 1.782 km, Papua Nugini 820 km, Timor Leste 228 km
Negara tetangga yang tidak berbatasan darat: India di barat laut Aceh, Australia, Singapura, Filipina, Vietnam, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Thailand, Birma

Garis pantai: 54.716 km

Klaim kelautan: diukur dari garis dasar kepulauan yang diklaim
zona ekonomi khusus: 200 mil laut
laut yang merupakan wilayah negara: 12 mil laut

Cuaca: tropis; panas, lembab; sedikit lebih sejuk di dataran tinggi

Dataran: kebanyakan dataran rendah di pesisir; pulau-pulau yang lebih besar mempunyai pegunungan di pedalaman

Tertinggi & terendah:
titik terendah: Samudra Hindia 0 m
titik tertinggi: Puncak Jaya 5.030 m

Sumber daya alam: minyak tanah, kayu, gas alam, kuningan, timah, bauksit, tembaga, tanah yang subur, batu bara, emas, perak

Kegunaan tanah:
tanah yang subur: 9,9%
tanaman permanen: 7,2%
lainnya: 82,9% (perk. 1998)

Wilayah yang diairi: 48.150 km² (perk. 1998)

Bahaya alam: banjir, kemarau panjang, tsunami, gempa bumi, gunung berapi, kebakaran hutan, gunung lumpur, tanah longsor.

Lingkungan – masalah saat ini: penebangan hutan secara liar/pembalakan hutan; polusi air dari limbah industri dan pertambangan; polusi udara di daerak perkotaan (Jakarta merupakan kota dengan udara paling kotor ke 3 di dunia); asap dan kabut dari kebakaran hutan; kebakaran hutan permanen/tidak dapat dipadamkan; perambahan suaka alam/suaka margasatwa; perburuan liar, perdagangan dan pembasmian hewan liar yang dilindungi; penghancuran terumbu karang; pembuangan sampah B3/radioaktif dari negara maju; pembuangan sampah tanpa pemisahan/pengolahan; semburan lumpur liar di Sidoarjo, Jawa Timur.

Lingkungan – persetujuan internasional:
bagian dari: Biodiversitas, Perubahan Iklim, Desertifikasi, Spesies yang Terancam, Sampah Berbahaya, Hukum Laut, Larangan Ujicoba Nuklir, Perlindungan Lapisan Ozon, Polusi Kapal, Perkayuan Tropis 83, Perkayuan Tropis 94, Dataran basah
ditanda tangani, namun belum diratifikasi: Perubahan Iklim – Protokol Kyoto, Pelindungan Kehidupan Laut

Geografi – catatan: di kepulauan yang terdiri dari sekitar 17.504 pulau (6.000 dihuni); dilintasi katulistiwa; di sepanjang jalur pelayaran utama dari Samudra Hindia ke Samudra Pasifik

http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_IndonesiaPariwisata di Propinsi Bengkulu

Pariwisata di Propinsi Bengkulu

 

Tour Enggano 2010

Lebong Kacamata, Air Putih, Telaga Tujuh Warna, PLTA MUSI, Kebun Teh Kebawetan, Lebong Tandai Batavia Kecil(2), Lebong Tandai Batavia Kecil(1), Air Terjun Curug Embun Kebawetan,Danau Tes, Bukit Kaba, Suban Air Panas (Pemandian), Air Terjun Kepala Curup, Danau Mas Harun Bastari, Pantai Seluma, Bendungan Seluma, Air Panas Lubuk Resan, Air Terjun Batu Bekinyau, Taman Buru Semidang Bukit Kabu, Pantai Laguna Ujung, Lancang Samudra, Goa Muara Kedurang, Sungai Air Manna, Air Terjun Geluguran, Pantai Duayu Sekundang, Danau Nibung, Pantai Air Rami, Bendungan Air Manjunto, Pantai Batung Bandoro, Benteng Anna, Pantai Indah, Pusat Latihan Gajah Seblat, Pulau Enggano, Air Terjun Curug 9, Air Terjun Kemumu Kepala Siring, Danau Gedang, Pantai Lais di Desa Lais, Pantai Sungai Suci, Tabot, Taman Hutan Raya Rajolelo, Masjid Jamik, Pulau Tikus, Gading di Pantai Panjang, Pantai Panjang, Monument Parr, Rumah Pengasingan Bung Karno, Fort Marlborough, Tapak Padri, Danau Dendam Tak Sudah, Museum Negeri Bengkulu, Pantai Linau, Pantai Way Hawang

 

http://bengkulu

 

 

Pantai Panjang

Tidak seperti lazimnya penggambaran pantai selama ini yang selalu dilukiskan banyak pohon kelapa, di tepi pantai panjang justru tumbuh berjajar pohon cemara. Penduduk setempat menyebutnya pohon ru. Tingginya bisa mencapai sekitar 30 meter, berjajar dengan rapi. Di beberapa tempat masih ada pohon baru yang sengaja ditanam untuk menambah pohon yang ada. Jajaran ratusan pohon cemara di tepi pantai itu menambah keindahan kawasan sepanjang sekitar tujuh kilometer di Kota Bengkulu ini, di sepanjang pantai juga ada jalan beraspal sepanjang tujuh kilometer, dan berada di bawah kerimbunan pohon-pohon cemara tersebut.

Pantai ini telah di kenal dengan nama Pantai Panjang dan Pantai Nala. Letak pantai ini hanya sekitar 4 km dari pusat Kota Bengkulu dan mudah dicapai dengan kendaraan umum. Di sekitar lokasi ini juga telah ada pondok-pondok istirahat (shelter, rumah makan, cottages, tempat hiburan, dan hotel berbintang). Keunikan pantai ini adalah panorama alamnya yang elok dan didukung dengan pasir pantai putih dan bersih terhampar sepanjang 7 km, serta ditumbuhi oleh pohon cemara pantai di sepanjang bibir pantai. Di lokasi pantai ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai macam sarana  dan prasarana pendukung pariwisata, seperti jalan aspal yang bisa dilewati kendaraan, aliran listrik dan lain-lain yang sangat cocok untuk rekreasi.

Pantai panjang hanyalah salah satu dari sejumlah andalan untuk pembangunan pariwisata Bengkulu. Selain ini, tempat lain yang menyajikan keindahan alam antara lain Pulau Tikus, Pantai Tapak Padri, Pantai Pasir Putih di dekat pelabuhan Samudera Pulau Baai, dan Danau Dendam Tak Sudah.

Danau Dendam Tak Sudah surga bagi flora langka.

Selintas nama danau ini memang terasa aneh, menyeramkan dan belum seakrab danau-danau besar, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Ranau di Lampung. Namun pesona  Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) di Bengkulu ini tidak kalah eksotik. Danau seluas 37,5 hektar itu memiliki keunikan yang tidak dimiliki danau lainya. Di bawah Danau Tak Sudah, konon terdapat gunung berapi. Danau ini juga memiliki flora unik, yakni anggrek pensil (vanda hookeriana), yang diyakini hanya tumbuh di kawasan ini. Flora unik lain adalah anggrek matahari, bakung, nipas, pulai, ambacang rawa, terantang, plawi, brosong, gelam, pakis, dan sikeduduk.

Panorama di kawasan danau juga sangat indah. Sejauh mata memandang, Anda akan dimanjakan lanskap Bukit barisan yang membiru dan terlihat sayup-sayup di kejauhan. Hingga kini danau tersebut juga berfungsi sebagai daerah tangkapan air (catchment area). Kawasan ini merupakan penyuplai sebagian besar air untuk petani di Kota Bengkulu serta penyimpan cadangan air tanah.

Di kawasan danau ini, Anda bisa menyaksikan pemandangan alam berupa permukaan danau yang terlihat kemerahan saat tertimpa sang surya menjelang beranjak keperaduannya. Atraksi matahari terbit disertai udara pagi yang bersih serta semburat warna merah di permukaan danau menjelang malam sangat ideal bila diabadikan dari lensa kamera. Keasrian danau serta lingkungan cagar alam yang luas merupakan potensi bagi wisatawan minat khusus untuk melakukan pendidikan dan penelitian. Di lokasi ini, Anda juga bisa menghabiskan waktu untuk sekedar berperahu dan menggunakan rakir ke seluruh penjuru danau, juga memancing jika Anda mempunyai hobi memancing.

Di sekitar danau, beberapa warga meneyediakan pondok-pondok yang menawarkan berbagai jenis makanan seperti jagung bakar dan kelapa muda. Beberapa makanan khas Bengkulu seperti perut punal, lempuk dan kue tat juga bisa dibeli di sekitar lokasi.

Air Terjun Sembilan Tingkat

Curug (air terjun) Sembilan Tingkat masih merupakan objek wisata andalan kabupaten Bengkulu Utara, yang juga tempat wisata yang diminati wisatawan domestik maupun asing. Obyek wisata ini menjadi salah satu favorit bagi para wisatawan karena memiliki kekhasan tersendiri. Keunikan air terjun ini, yakni air yang mengalir dari atas bukit membentuk sembilan tingkatan, sangat berbeda dengan air terjun di tempat lain yang airnya jatuh lurus dari atas ke bawah. Menariknya lagi, dari masing-masing tingkatan itu juga membentuk beberapa air terjun sehingga memberikan pemandangan alam yang spektakuler.

Air Terjun Sembilan Tingkat, terletak di dalam kawasan hutan lindung yang alami, sangat cocok dikunjungi para wisatawan pencinta alam dan senang pertulangan di alam bebas. Lokasi obyek wisata yang khas itu, berada di Desa Padang Jaya, dengan jarak tempuh sekitar 120 km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu.

Telat Putri Tujuh Warna

Dari puluhan objek wisata yang ada di Propinsi Bengkulu, Telaga Putri Tujuh Warna merupakan tempat yang paling unik sehingga dijadikan salah satu objek wisata andalan. Keunikan dari wisata itu yakni dari tujuh telaga yang ada warna airnya berbeda-beda, yaitu biru, merah, hitam, putih, abu-abu, dan merah muda.

Ketujuh telaga tersebut diberi nama sesuai warnanya, yaitu Telaga Biru, Telaga Merah, Telaga Cokelat, Telaga Hitam, Telaga Putih, Telaga Abu-abu, serta Telaga Merah muda. Penyebab warna air yang berbeda-beda itu karena dipengaruhi warna dasar telaga tersebut.

Telaga Putri Tujuh Warna berlokasi di Desa Rimbo Pengadang, Air Dingin, perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dengan Kabupaten Lebong. Luas lokasi Telaga Putri Tujuh Warna tersebut diperkirakan mencapai 50 hektar dengan jarak tempuh 20 km dari pusat kota Curup, ibu kota Kabupaten Rejang Lebong, atau sekitar 120 km dari Bandara Fatmawati, Kota Bengkulu.

Wisata Sejarah dan Budaya

Bengkulu tidak hanya mengandalkan wisata alam, tetapi juga wisata sejarah dan wisata budaya. Diantaranya adalah rumah Fatmawati, istri mantan Presiden RI Soekarno, dan rumah kediaman presiden Soekarno sewaktu diasingkan Belanda di Bengkulu antara 1938 dan 1942. Kekayaan sejarah lain di Bengkulu adalah Benteng Marlborough, yang terletak di tepi Pantai Tapak Padri dan Monumen Parr. Benteng Marlborough merupakan bangunan kokoh peninggalan Inggris yang di dibangun pada 1713 hingga 1719 pada masa kepemimpinan Gubernur Joseph Collet.

Dari Atas benteng bisa dilihat bentangan Pantai Tapak Padri hingga jauh ke tengah laut, dengan perahu-perahu nelayan yang sedang mencari ikan atau merapat di pantai. Tak heran, benteng ini dijadikan sebuah tempat pertahanan karena tempatnya yang strategis untuk mengawasi tempat di sekelilingnya.

Tempat ini ramai dikunjungi pada sore hari. Anda pun bisa menikmati matahari terbenam di horizon Pantai Tapak Padri dari atas beteng, sambil menikmati kenangan sejarah masa lampau.

 

http://www.kabarinews.com/article.cfm?articleID=31673

Sektor Pariwisata

Pada saat ini Pemerintah dan masyarakat Kota Bengkulu berupaya untuk menjadikan Kota Bengkulu sebagai daerah tujuan wisata baik wisata domestik maupun mancanegara. Berbagai objek wisata yang terdiri wisata alam, wisata sejarah , wisata budaya terus dilakukan renovasi, pembangunan dan revitalisasi. Wisatawan yang datang ke Kota Bengkulu untuk rekreasi, bisnis dan belanja.

Ketersediaan hotel/penginapan dan restoran/rumah makan merupakan salah satu fasilitas dan sarana pendukung untuk kegiatan pariwisata. Hotel yang ada di Kota Bengkulu dapat dikategorikan atas dua yaitu hotel berbintang dan hotel Kelas Melati.

Kota Bengkulu memiliki beberapa obyek wisata yang potensial dikembangkan untuk mendukung perkembangan kota secara keseluruhan. Obyek wisata yang ada dapat dikelompokan dalam, Wisata Alam, Wisata Sejarah, Wisata Budaya.

Peluang investasi sektor Pariwisata

Pembangunan hotel berbintang, restoran, tempat hiburan dan sarana prasarana pariwisata lainnya.

Jasa Tour dan Travel.

Pengembangan dan pengelolaan objek wisata.

 

 

kependudukan yang ada di Bengkulu

Kependudukan

Tabel 1
Jumlah Penduduk Kota Bengkulu
Menurut Jenis Kelamin dan Potensial Pemilih
(Periode Februari 2010)
NO KECAMATAN JENIS KELAMIN Rasio Jenis Kelamin
(Lk/Pr) x 100
KELUARGA
(KK)
PENDUDUK
(Jiwa)
POTENSIAL PEMILIH
(Jiwa)
Laki-Laki
(Lk)
Perempuan
(Pr)
1 SELEBAR 25 334 23 696 107 11 199 49 030 32 178
2 GADING CEMPAKA 45 694 43 564 105 20 180 89 258 61 780
3 TELUK SEGARA 14 063 14 057 100 6 950 28 120 20 262
4 MUARA BANGKAHULU 19 145 17 507 109 8 295 36 652 25 216
5 KAMPUNG MELAYU 17 991 16 293 110 8 297 34 284 22 504
6 RATU AGUNG 28 020 27 036 104 12 560 55 056 39 149
7 RATU SAMBAN 14 709 14 216 103 6 831 28 925 20 658
8 SUNGAI SERUT 12 897 12 490 103 6 128 25 387 17 139
Jumlah 177 853 168 859 105 80 440 346 712 238 886
Rasio Jenis Kelamin : Banyaknya Laki-laki dalam 100 Perempuan

http://www.bengkulukota.go.id/?q=content/kependudukan

Mata pencaharian di Bengkulu

Perdagangan

Sub sektor perdagangan dan jasa merupakan leading sektor di Kota Bengkulu dan pengaruhnya cukup besar terhadap roda perekonomian Kota. Kontribusinya terhadap PDRB mencapai 38,17 persen pada tahun 2008. Skala pelayanan sektor ini lokal dan regional. Barang-barang yang diperdagangkan tidak hanya berasal dari wilayah Provinsi Bengkulu, tetapi berasal dari Provinsi lainnya. Sebagai leading sektor di dalam perekonomian Kota Bengkulu, sub sektor ini didorong terus agar perannya meningkat.

Industri

Industri pengolahan memberikan kontribusi pada PDRB Kota Bengkulu sebesar 16,32 persen. Dari kontribusi tersebut lebih dari separuhnya disumbangkan oleh industri makanan dan minuman yang dalam klasifikasi industry termasuk kedalam usaha mikro kecil dan menengah, termasuk didalamnya adalah industri skala rumah tangga.

Usaha industri pengolahan/kerajinan tersebar semua kecamatan, tetapi yang paling banyak ada di Kecamatan Gading Cempaka, Teluk Segara, Selebar dan Ratu Samban.

Peluang Investasi

  • Pengembangan dan Pengelolaan Pusat perdagangan
  • Distributor Pemasaran produk daerah
  • Industri kerajinan Kain Basurek

Industri makanan khas daerah Kota Bengkulu Sektor Pertanian

Peluang Investasi Pertanian di Kota Bengkulu masih sangat terbuka. Kebijakan bidang pertanian diarahkan ke agro-industri dan agro-bisnis. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yaitu menciptakanpertanian maju, tangguh, berkebudayaan industri, berorientasi agribisnis, berbasis pedesaan dan berwawasan lingkungan.

Beberapa wilayah telah ditetapkan sebagai sentra produksi tanaman pangan. Misalnya Kecamatan Selebar, Kecamatan Sungai Serut dan sebagian wilayah Kecamatan Ratu Agung.

Wilayah Kecamatan Kampung Melayu dan Kecamatan Selebar merupakan kawasan pertanian penghasil komoditi sawit dan beberapa komoditi lainnya. Wilayah Kecamatan Sungai Serut dan Ratu Agung merupakan kawasan penghasil komoditi sayur-sayuran segar yang perkembangannya sangat menggembirakan.

Peluang Investasi Sektor Pertanian

  • Perkebunan sawit dan peremajaan perkebunan
  • Agro industri sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan local
  • Penampungan dan Pengemasan sayur-sayuran segar untuk dijual di mall-mall dan pasar tradisional
  • Pabrik peralatan/teknologi pertanian dan perkebunan

Sektor Peternakan

Tujuan pembangunan kehewanan adalah untuk meningkatkan populasi dan produksi ternak, meningkatkan pendapatan peternak, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan gizi masyarakat serta meningkatkan pendapatan asli daerah.

Sampai saat ini usaha peternakan/kehewanan di Kota Bengkulu sebagian besar merupaka peternakan rakyat tradisional, dimana jumlah pemilikan ternak masih berskala kecil, permodalan terbatas, keterampilan dan teknologi yang digunakan relative rendah.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, maka kebijaksanaan operasional pembangunan peternakan diarahkan melalui :

Intensifikasi, ditujukan untuk meningkatkan produktifitas ternak dan peternak dengan jalan menggunakan teknologi tepat guna dansarana produksi yang tersedia.

Ekstensifikasi, ditujukan untuk meningkatkan populasi atau produksi ternak dengan memanfaatkan sumber daya alam yang belum atau kuran intensif sebagai usaha pertanian lainnya.

Diversifikasi, adalah pemanfaatan berbagai ,komoditi peternakan, termasuk pengelolaan limbah hasil peternakan.

Rehabilitasi, adalah bentuk usaha penanggulangan/perbaikan akibat menurunnya atau rusaknya sumber daya alam ( tanah dan ternak )

Sektor Peternakan berpotensi untuk dikembangkan di Kota Bengkulu, terutama di wilayah Kecamatan Selebar, Muara Bangkahulu dan Kampung Melayu, mengingat lahan di wilayah ini masih cukup luas dan tersedianya bahan pakan ternak yang berasal dari sisa hasil panen tanaman pangan.

Sampai saat ini sumber daya peternakan masih belum termanfaatkan secara optimal, demikian juga masih terdapat faktor-faktor ekonomis yang belum dimanfaatkan.

Peluang Investasi Sektor Peternakan

  • Peternakan sapi potong
  • Peternakan kambing
  • Peternakan ayam potong dan petelur
  • Pabrik pakan ternak
  • Pengelolaan limbah ternak menjadi kompos

Sektor Perikanan dan Kelautan

Dari potensi perikanan laut Kota Bengkulu yaitu 46.145 ton/tahun untuk laut territorial/pantai dan 80.072 ton/tahun untuk laut ZEE, hingga saat ini baru sekitar 14% yang dimanfaatkan sedangkan sisanya belum tersentuh.

Rendahnya tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan tersebut disebabkan alat tangkap yang digunakan masih tradisional, sehingga para nelayan hanya dapat beroperasi di kawasan sekitar pantai (3-4 mil laut). Dengan demikian untuk tangkapan perairan di atas 4 mil laut sampai saat ini benar-benar belum termanfaatkan padahal potensi yang ada sangatlah besar dengan jenis ikan yang berkualitas ekspor seperti ikan tuna, marlin, dan pelagis.

Kota Bengkulu juga menyimpan potensi pengembangan sumberdaya perikanan budidaya air tawar. Saat ini, sebagian wilayah Kecamatan Kampung Melayu (Kelurahan Padang Serai, Teluk Sepang dan Bangkahan) dikembangkan usaha budidaya kolam dan tambak. Tetapi pengembangannya baru mencakup investor lokal dan regional.

Peluang Investasi Sektor Perikanan dan Kelautan

  • Budidaya tambak udang/bandeng/nila dan sebagainya.
  • Budidaya ikan keramba/jaring apung.
  • Penangkapan ikan perairan laut dengan menggunakan peralatan tangkap modern.
  • Pembenihan dan pemasaran ikan.
  • Peluang investasi di bidang pengolahan ikan kering, terasi, abon dan kerupuk ikan.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s